"Rachel." Delvin melambaikan tangannya pada Rachel yang baru saja keluar dari sekolahnya. Rachel yang tadinya terlihat ceria, kini terlihat agak cemberut karena yang datang bukanlah ibu atau ayahnya. Rachel bukan tidak senang jika pamannya yang menjemput, ia senang, tapi akan lebih senang jika itu adalah ayah atau ibunya. "Kenapa Paman?" tanya Rachel. Delvin terdiam sejenak setelah mendengar pertanyaan Rachel. Ia datang menjemput Rachel karena Sandra dan Darren tidak bisa melakukannya. Ia sudah tahu apa yang terjadi pada Darren dan itulah alasannya ada di sini sekarang. Sandra begitu panik saat bicara di telepon sampai tidak mengatakan bolehkah memberitahu Rachel tentang keadaan Darren atau tidak. "Ibu dan ayahmu sedang sibuk dengan pekerjaan mereka. Ayo pulang dulu. Kau pasti lapar."

