“Kamu tenang aja ya. Semua akan baik-baik aja.” Ucap Ezra ketika menyadari wajah calon istrinya masih tampak khawatir. Freya mengangguk sembari menahan tangisnya lagi. Ia duduk di kursi balkon apartemen Ezra. Setelah pulang dari rumahnya tadi, tepatnya hanya Ezra yang masuk ke rumah yang sebenarnya ia rindukan itu. Ezra membawanya kesini. Katanya demi menenangkan dirinya. Jujur, Freya memang takut dengan apa yang ayahnya katakan pada Ezra. Walau ia tidak tau pasti, rasanya itu bukan sesuatu yang baik. Ditambah kehadiran Sabian disana yang seakan memperkeruh suasana. “Harusnya kamu mengkhawatirkan dirimu.” Lanjut Ezra sambil meletakkan secangkir coklat panas di meja sebelah Freya. “Maksudnya?” “Karena besok kita akan menjemput orangtua aku di bandara dan kita akan makan malam bersama.

