Freya akhirnya bisa pulang ke rumah. Sesampainya dirumah, gadis itu hanya duduk diam diatas sofa sambil menatap ke sisi kirinya. Disana ia memajang foto-foto hasil USG saat kehamilannya dulu juga nama-nama yang telah ia siapkan untuk anaknya nanti. Detik kemudian air matanya lolos kembali, meninggalkan rasa sesak dalam rongga dadanya. “Maafin bunda yang gak bisa menjaga kamu dengan baik,” ucap Freya sambil mengusap salah satu foto USG pertama kali saat ia mengetahui kehamilannya. Rasa keterkejutan sekaligus rasa syukur karena memiliki seseorang yang tak meninggalkannya disaat keluarganya mengusirnya kala itu. Tapi sekarang ia harus kehilangan anaknya juga. Rasanya begitu sakit. Ezra menyentuh pundak Freya, berusaha menguatkan istrinya. Tapi Freya malah menepis tangannya dengan kasar dan

