Bernard memegangi dadanya yang terasa sakit setelah mendengar berita soal bangkrutnya perusahaan Danayara, perusahaan keluarga calon menantunya. Bahkan Sabian sampai pergi keluar pulau tanpa pamit sedikitpun pada keluarganya. “Yah. Ayah kenapa?” tanya Naraya yang panic melihat ayahnya seperti menahan sakit sambil memegangi dadanya.” BUN!” Jasmine yang panic mendengar teriakan anaknya pun langsung datang dan terkejut melihat suaminya sudah terbaring dilantai sambil memegangi dadanya.” astaga, Nak. Tolong telpon ambulan. Cepat!” ia terlihat begitu panic dan langsung mendekat kearah suaminya.” Yah. Sadar, Yah. Kamu harus kuat.” Setelah ambulan datang, Bernard langsung dibawa ke rumah sakit terdekat dan mendapat perawatan. Untungnya Nayara cepat menemukan kondisi ayahnya, jika tidak bisa-bi

