"Apa selama ini kamu memata-matai ku?" tanya Gisa tak habis pikir. "Iya. Eva adikmu itu adalah suruhan ku. Tapi, jangan salahkan Eva, dia hanya mematuhi semua perintah ku." jawab Angga. Gisa pun terdiam tak percaya jika selama ini Eva adalah bawahan Angga. "Aku sangat berterima kasih pada Eva, kerena dia aku bisa sering bertemu dengan Kana." PLAK... Sebuah tamparan mendarat tepat di wajah Angga. Bukannya marah, Angga tetap tenang menatap Gisa yang menunjukkan kemarahan padanya. Kemarahan itu terlihat jelas di mata Gisa walaupun matanya dipenuhi bulir-bulir air mata. "Aku memang sangat kecewa pada Eva. Tapi kana adalah anakku. Aku yang melahirkannya. Sejak saat itu, aku yang membesarkannya hingga sekarang. Menjaganya hingga sekarang. Kamu? Kamu hanya bisa menyiksa dan membuat hidupku m

