Keluarga Sari akhirnya masuk kedalam mobil Mercy merah milik Juan. Karena joknya yang cuma ada empat, dengan terpaksa Ibu, Bapak, dan Adik Sari duduk berdempetan di belakang. Jika Juan tahu akan seperti ini, harusnya dia membawa mobil yang biasa mang ujang bawa untuk mengantar Marsya. "Oh iya Neng, kenal si Ujang bule di mana? Satu kantor sama kamu Neng kitu atawa kumaha?" Tanya Ibu Sari dengan logat bahasa Sundanya. Sari menelan salivanya susah payah. Bahkan kedua orang tuanya tidak tahu jika Sari pernah bekerja sebagai pembantu. Apalagi mengetahui status Juan yang masih seorang siswa SMA. "I-itu... Anu bu.... —" "Oh iya, Bu! pak! Hari ini Orang tua saya mengundang keluarga Sari buat makan siang di rumah Saya" potong Juan, karena dia melihat kebingungan di wajah Sari untuk menjawabnya

