Like + Absen dulu dong! Ada siapa aja nih yang hadir baca novel aku. Mata sayunya perlahan membuka. Darah kering terasa rekat di bawah hidungnya. Samar-samar Sari melihat keadaan ruangan ini. Kosong, lembap, banyak sarang laba-laba, dan kotor. Tangan Sari terikat kebelakang, menyatu dengan kursih yang sekarang didudukinya. Matanya kini kembali berair. Dia terisak sendirian di ruangan gelap ini. Entah berapa jam dia pingsan karena tak ada sedikitpun cahaya yang masuk keruangan ini. "HHMMMPPPP" teriak Sari meminta tolong, karena mulutnya ditutupi lakban hitam. Sari mencoba bergerak dari tempatnya duduk agar bisa melarikan diri. Namun saat dia terus bergerak, kursih itu terjatuh yang mengakibatkan Sari ikut tersungkur kelantai yang kotor. Wajahnya begitu pucat dengan ikat rambut yang sudah

