Adriana menoleh kesana-kemari dengan ekspresi wajah bingung. Tempat ini adalah penjara bawah tanah kerajaan Elf tapi semua penjara itu kosong. Selain itu bau darah dan kotoran yang bercampur membuat Adriana tidak nyaman dan mual. Tiba-tiba saja tubuhnya berpindah tempat. Padahal dia hanya berifikir untuk masuk ke dalam istana Elf lalu saat berkedip dirinya sudah berada di sini. Adriana berjalan melewati setiap sel tahanan. Suara sepatu miliknya bergema sepanjang lorong dengan cahaya temaram tersebut. Cambuk di tangannya mengeluarkan cahaya kemerahan samar-samar. Selama beberapa saat dia hanya terus menerus berputar di sel bawah tanah. Tempat itu seperti labirin, banyak jalan berbelok dan bercabang di mana-mana. Langkah Adriana berhenti. Dia menghela nafas jengkel. "Lelah sekali!"

