36. Mencoba Tegar

1811 Kata

"Sepertinya aku sudah terlalu lama di sini Za, aku harus ke Rumah Sakit sekarang." Abi berdiri dari kursinya hendak meninggalkan Moza yang masih menatapnya iba. Moza pun berdiri dan berkata, "Kak, sekarang sudah masuk Zuhur tuh, mendingan Kakak solat dulu deh, biar lebih tenang sampai Rumah Sakit." "Oh, iya benar. Aku solat dulu kalau gitu." "Iya Kak, aku nyusul nunggu Mas Keenan." Moza memandang kepergian kakak iparnya dengan iba. Mungkin ini bagian terberat dalam hidupnya. Sebab saat kehilangan kakaknya, Marwa, Abi tak sehancur saat ini. Jelas sekali cintanya hanya untuk Zoya seluruhnya. Semua memang sudah kehendak takdir, bagaimana jika semua ini terjadi sementara Marwa masih ada, tentu saja ketiganya akan tersakiti. Moza berdiri di depan ruang ibadah setelah berwudu. Melihat Abi be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN