33. Harapan yang Hancur

1206 Kata

Abrisam meminta suster jaga untuk tetap berada di kamar istrinya sampai ia kembali. Langkahnya dihentikan oleh dokter Sofyan Latif yang menangani Zoya. "Maaf Pak Abrisam, bisa minta waktu?" "Oh, tentu saja dokter. Saya memang sedang menunggu Anda dokter Sofyan. Bagaimana dengan kondisi istri saya?" Abrisam teringat perkataan Karin tadi, "dia tidak sedang sakitkan dok?" Dokter Sofyan tak menjawab. "Mari ke ruangan saya." Abrisam mengikuti langkah kaki dokter Sofyan dengan perasaan yang bercampur. Ada apa dengan Zoya? Mengapa dokter ingin bicara secara empat mata dengannya? Bukankah itu artinya... "Silahkan duduk Pak Abrisam." Dokter Sofyan menengadah satu tangannya pada kursi yang tersedia di hadapannya untuk mempersilakan. "Terima kasih," ucap Sam dengan perasaan yang masih tegang.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN