Seperti yang sudah Dafi janjikan, mereka benar-benar berkunjung ke rumah keluarga Laura untuk menginap setidaknya tiga sampai tujuh malam. Sulit sekali bagi Dafi untuk meyakinkan Laura bahwa semuanya akan baik-baik saja, dari bangun tidur hingga menjelang malam barulah Laura setuju setelah mendapatkan beberapa wejangan juga dari Andini. Hingga tepat pada jam makan malam akhirnya mereka sampai dan di sambut oleh orangtua Laura. “Papa pikir kamu lupa.” Ujar Darma pada Laura. “Atau bahkan sengaja gak pulang karena takut ... .” sindir Darma seraya melirik Dafi yang hanya diam, menatap Laura dan kedua orangtua Laura dengan tenang. Laura yang justru marah, ia sudah mengatupkan rahang, menatap Darma berang sebelum menghembuskan napas perlahan. “Jika bukan karena Dafi, aku pun tidak sudi

