Setelah pesta usai Dafi memutuskan keluar dari Villa itu setelah berpamitan pada keluarga Mr. Takada. Dafi ingin menghabiskan waktu hanya dengan Laura sesuai rencana yang sudah ia susun. Bukan ... bukan sesuatu yang romantis, karena jujur saja Dafi itu bukan sosok romantis yang bisa menyiapkan kejutan romantis. Rencananya hanya sebuah perjalanan yang mungkin akan mengesankan bagi mereka. Dafi tersenyum membayangkan rencananya dari mulai besok pagi, dalam hatinya ia hanta berharap semoga Laura suka dan bisa menikmati liburan yang akan mereka jalani. Sementara itu Laura justru tampak bingung. Kepalanya melirik ke sembarang arah, matanya pun bergerak liar, berusaha mengenali daerah yang sedang mereka lewati. “Kita akan pergi kemana Dafi? Ini sudah malam loh.” Tanya Laura ketika ke

