Dini hari Dafi sudah duduk di dapur dengan segelas air madu-jahe yang berada di tangannya. seperti biasa, morning sickness kembali mengganggu ketentraman paginya. Dafi termenung di sana dengan sesekali menggoyangkan gelas ditangannya, merenung. Pikirannya kembali melayang mengingat percakapannya dengan Laura semalam. Penjelasan tentang hubungan Laura dan Bastian yang sungguh ... sesuai dugaannya. Ya ... semua yang ia dengar sesuai dengan yang ia duga, dan kini ... ia menyesal mendengarkan seluruh penjelasan Laura. Sebab sekalipun sesuai dengan dugaannya, ia tetap terkejut. Tidak pernah menduga bahwa semua pikirannya sesuai dengan kenyataan. Laura dan Bastian ... tidak hanya sahabat. Mereka housemate yang berbagi kasih sayang dan kehangatan bersama, yang membuatnya kini ... meragu

