Laura tak bisa diam, ia duduk kedua tangan terlipat didada dan bibir yang menggigiti ibu jari, gusar, sangat tak tenang. Apalagi setelah beberapa saat lalu Indi mengabari bahwa rapat mereka bersama dengan Mr. Takada akan dilaksanakan hari ini. Sungguh ... ia takut Dafi jadi bulan-bulanan ayahnya dan Bastian. Ia takut Dafi dipermalukan oleh mereka berdua, apalagi dengan Bastian yang sangat fasih Bahasa Jepang. Bastian pasti akan mengambil alih rapat dan membuat Dafi hanya bisa diam. Seharusnya tadi ia berangkat saja ... setidaknya untuk hari ini, sampai penandatanganan perjanjian dengan pihak Mr. Takada. “Nak Ara ... ini. Susunya. Diminum ya sayang ... .” Laura mendongak, menatap Andini kemudian tersenyum tipis. “Terimakasih Bunda.” Jawab Laura kemudian meminum s**u terseb

