21. Mulai Akrab

1276 Kata

Mata Edmund seketika menyipit. “Kau pikir aku sepicik itu? Tidak, Rachel. Aku tidak pernah menggunakan uang untuk menggaet perempuan. Aku tulus ingin membantu yayasan. Lagi pula, bukankah itu impianmu sejak dulu?” Lagi-lagi, Rachel tertegun. “Dari mana kau tahu?” Edmund tersenyum kecut. “Aku orang yang paling mengenalmu,” gumamnya sebelum menegakkan badan dan berdeham. “Jadi, apakah jantungmu masih berdebar?” “Apa maksudmu? Kenapa jantungku berdebar?” Rachel menempelkan tangan di d**a kirinya. “Bukankah kau habis terkejut? Debar jantungmu pasti belum reda. Pijatlah jari-jarimu supaya kau bisa kembali tenang.” Rachel berkedip-kedip kaku. “Apakah kau menganggapku sebagai istrimu lagi?” Edmund seketika mematung. Sendok di tangannya seolah-olah ikut membeku. “Tidak. Aku tidak mau memb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN