Belum sempat Rachel memecah keheningan, Edmund kembali berbisik, "Tunggu sebentar. Biar aku menurunkan Sky di kasur." Ia pun masuk ke kamar. Mata Rachel berkaca-kaca menatap punggungnya. Edmund memperlakukan Sky begitu lembut. Ia membaringkan gadis mungil itu di kasur, memberinya selimut dan belaian ringan di rambut. Setiap gerakannya penuh dengan cinta dan ketulusan. "Jadi, bagaimana keadaanmu?" tanya Edmund setelah menutup pintu tanpa suara. Rachel mendesah samar. Kecanggungan telah menguasai sarafnya. "Sudah jauh lebih baik. Terima kasih telah menolongku." Edmund menghela napas lega. "Syukurlah. Tapi kau jangan terlalu banyak bergerak dulu. Tetap berhati-hati dan kompreslah pinggangmu beberapa kali hari ini." Rachel mengangguk kaku. Sambil berjalan menuju toilet, ia berdeham. "T

