Belum ada tanda-tanda dari Ririn untuk pulang ke negara xx, untuk memenuhi permintaan Nisa,rasa sakit yang terus memainkan perasaannya, membuat hati nuraninya tertutup. Baginya ini semua bukan urusan nya lagi, terlalu banyak mimpi yang dihancurkan oleh Nisa dan Bastian. "Aku sudah merencanakan semuanya untuk mu Nisa,aku sudah berencana menjahitkan baju yang sama untuk kita bertiga, untuk berphoto bersama di masa kehamilan kamu, aku sudah akan membuat acara 7 bulanan yang meriah dan akan menjadi kenangan manis untuk mu,tapi kamu terus menerus membuat aku membenci kamu." Ririn untuk pertama kalinya merasa sangat sakit hati sampai separah ini. "Sekarang kamu meminta aku untuk datang, tanpa ada rasa bersalah dari kamu sedikitpun, seolah-olah akulah orang yang jahat di sini, kamu sangat pinta

