Mobil Bastian berhenti di butik Ruika,dia membawa makanan yang di bawanya ke dalam butik. Mau masuk ke ruangan Ririn,dia mendengar suara pria dari ruangan Ririn. "Siapa pria yang tertawa bersama Ririn, sebahagia itu." Bastian mengepalkan tangan nya merasa geram sekali. Bastian mengetuk pintu ruangan Ririn, dia sebenarnya ingin langsung masuk ke dalam, tapi takut jika Ririn marah. "Bastian." Ririn membukakan pintu,dia melihat sebentar dan langsung duduk lagi di samping Aris. "Kamu sama siapa? Apa sedang ada tamu?" Bastian masuk dan meletakan makanan yang dibawanya di atas meja. "Hei Bastian." Arif berdiri dan mengulurkan tangannya untuk Bastian. "Arif, kamu yang tertawa bersama istri ku!" Tatapan mematikan dari Bastian tapi sayangnya Arif tidak memperdulikan tatapan dari Bastian. "Y

