“maafkan aku tidak pernah memuaskan kamu sayang, maaf.” Ririn kembali mencium bibir Bastian, seraya mengalungkan tangan nya di leher Bastian. “sayang, kenapa kamu sangat baik begini,aku merasa kotor jika ada di samping mu.” Bastian bergumam dalam hatinya, dia membalas ciuman Ririn, hal yang sangat dia rindu-kan dari ririn. Ririn dan bastian saling menyatukan kening mereka, menarik nafas yang terengah-engah, tangan Ririn mengusap rambut bastian. “semoga hari ini, aku bisa memenuhi kewajiban ku, bisa memberikan kepuasan untuk kamu sayang.” Ririn membelai pipi Bastian, terlihat sudut matanya ada air mata yang di tahan nya. “sayang, maafkan aku, aku pria bodoh, maaf.” Bastian mencium kedua mata Ririn yang akan mengeluarkan air matanya. “seharusnya kamu katakan ini di awal pernikahan kita

