Linda sebenarnya bingung akan apa yang terjadi 1 bulan yang lalu,dia termenung di samping Vika,ingin mengatakan nya kepada Ririn,tapi dia sudah berjanji akan merahasiakan semuanya kepada Ririn,hingga tiba waktunya. “Nka,kamu kenapa termenung gitu,capek kerja ya sayang.’” Vika mengusap kepala Linda yang ada di atas paha nya. “Ma,ada yang mau aku ceritakan kepada mama,aku tidak tahu ma,sama siapa menceritakan semuanya,aku ada dalam posisi yang tidak bisa mengambil pilihan ma.” Linda menitikan air matanya. “Kenapa sayang,kenapa nak?” Vika mleihat anaknya yang menangis,awalnya pelan hingga sesenggukan,dia tidak bisa mengambil keputusan. “Hei kenapa sayang,ada apa?” Vika semakin cemas,dia mencium pipi Linda. “Ma beberapa waktu yang lalu saat Nisa terapi,dia menanyakan kepada dr Randi,kenap

