DOL.037 SUDAH SANGAT NYAMAN DENGANMU Baru saja aku sampai di depan pintu masuk ruang meeting, aku telah melihat Daddy Nicholas duduk di kursi kebesarannya di ruang meeting. Aku melangkah dengan sedikit gugup memasuki ruangan yang telah di penuhi oleh para petinggi perusahaan. Ini untuk pertama kalinya aku berhadapan dengan Daddy Nicholas dalam suasana kerja di satu ruangan. Bukan hanya sekedar hubungan darah antara ayah dan anak, tapi juga antara CEO dengan Presiden Direktur. "Maaf Presdir dan semuanya, aku sedikit terlambat." Aku bicara saat baru saja melangkahkan kaki ke dalam ruang meeting. Dengan gaya dingin yang khas di depan para karyawan, Daddy Nicholas menganggukan kepala pertanda beliau mempersilahkanku memasuki ruangan. Aku melangkah memasuki meeting room dengan pasti, lalu

