"Woy!" seruan itu membuat Adam dan Hanin menoleh. Ternyata suara tersebut berasal dari Regan yang duduk di kursi ujung cafe bersama Anya. Mereka berempat memang janjian berkumpul disini untuk membahas liburan yang mereka rencanakan. Sedangkan Aldo dan yang lainnya tidak bisa hadir karena sedang ada urusan, katanya. "Udah dari tadi lo?" tanya Adam sambil mengambil bungkusan rokok milik Regan. Namun Hanin segera menepis tangan Adam, "Gak." Satu kalimat dari Hanin membuat Adam kicep dan mengurungkan niatnya. Anya tertawa melihat itu, "Berasa dimarahin emak lo sendiri gak sih, Dam?" Adam diam saja, ia menyenderkan punggungnya di kursi cafe yang tidak ada empuk-empuknya tersebut, kemudian lengan kirinya ia letakkan di kepala kursi, tepat di belakang kepala Hanin. "Jadi Bali, nih?" "Mending

