Dokter wanita paruh baya itu melepas earpieces stetoskop lalu berbalik ke arah seorang pria yang menantinya. Di sebuah ruang kerja, Anjani terbaring pada sofa panjang dengan selang infus menggantung. Sejak terjatuh di depan lift, Kris langsung menghubungi dokter pribadi keluarga Barathawardana untuk memeriksa keadaan istri Arjuna. Hening sesaat. “Nona Anjani baik-baik saja, kau tak perlu khawatir.” Terpancar raut kekhawatiran. Meski sikapnya dingin bagaikan es, Arjuna masih memiliki hati nurani. Ia jelas mengkhawatirkan sang istri yang tiba-tiba pingsan. “Apa ada yang serius?” “Tidak,” ujar dokter ber-nametag Reisa dengan santai. “Imunnya hanya sedang turun akibat perubahan cuaca dan mungkin juga karena terlalu lelah bekerja.” Dokter Reisa hanya mendiagnosa gadis itu kelelahan, tid

