“Kau sedang ada masalah?” tanya wanita itu lantas membuat Anjani makin terisak. Masih di ruang private, Anjani menangis hampir setengah jam. Nyonya Nirwasita hampir tak mengerti apa yang terjadi pada cucu menantunya, ia hanya membiarkan Anjani menumpahkan segala kesedihannya. Gadis itu menangis tersendu-sendu pasti ada alasan. Jika bukan karena hubungan antara suami dan istri, lantas apa lagi? Setelah isak tangis mulai menghilang, Anjani memandang Neneknya dengan tatapan intens. Ia menggenggam tangan keriput itu, lalu memandang tautan tangan mereka dengan wajah sendu. “Nek, apa yang kau lakukan jika aku berbohong?” tanya Anjani. Dahi wanita itu mengernyit. Ia belum menjawab, namun ia menggeser tangannya lalu mengusap punggung tangan gadis disana. Sesaat setelahnya ia tersenyum, “Jika kau

