• Dengan perasaan yang campur-aduk begitu tiba di bandara Narita, Janaka mencoba menghubungi Agnes, guna menanyakan alamat tempat tinggal gadis itu. Namun sayang, sepertinya pengaruh sinyal atau ponsel Agnes yang berada di luar jangkauan. Atau apa yang dikatakannya tentang 'ngelupain' itu serius? Entahlah. Janaka jadi risau karenanya. Dia masih berdiri di ujung koridor lobby bandara. Lelaki itu bingung. Waktu kian merayap, cuaca kembali dingin, salju mulai turun lagi. Sejak tadi Janaka duduk minum kopi di sebuah kafe di bandara. Perutnya mulai meronta lapar. Berkali ia menghubungi Agnes tapi tak satupun chatnya berbalas. "Apa dia ganti nomor? Ck, atau dia lupa kalo gue bakal dateng?" monolognya. Lalu setelah menunggu lima belas menit kemudian, ponselnya berdering. Dari tadi Janaka ber

