92. Siapa Kamu?

1415 Kata

“Bu, kenapa bilang kayak gini?” Alula menggenggam telapak tangan Jannah. “Ibu nggak rela kamu sama dia, Nak. Katakanlah Ibu ini jahat atau menilai orang dari tampilan luar. Tapi Ibu betul-betul belum bisa menerima kenyataan ini meskipun Ibu paksa. Ibu memang terus memantaumu atas permintaan Lutfan, tapi tetap saja sebenarnya Ibu ingin kamu kabur, pergi. Apa kamu nanti nggak menyesal, Nak?" “Insyaallah enggak. Aku sudah pasrah. Bu, aku bukan pecundang yang kabur di saat hari pernikahan sudah di depan mata. Bu, dengar. Aku udah khatam sama pria tampan dan mereka makan ati, kan? Semoga yang ini enggak. Semoga Pak Lutfan bener-bener bisa memenuhi tanggung jawab sebagai suami, nggak neko-neko, dan yang penting nggak selingkuh. Mana ada yang mau diajak selingkuh sama pria mohon maaf, jelek kay

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN