“Dia maksa aku, ngelamar mendadak.” Alula memutar cincin itu. “Lalu kamu mau?” “Aku nggak mau, tapi dia terus maksa. Keliatan banget ngebet nikah.” “La, kumohon jangan. Sumpah kamu nggak cocok sama sekali sama dia. Dunia akhirat aku nggak ridho kamu sama dia. Lebih baik kamu ngejomlo seumur hidup aja daripada balik sama dia.” "Pril, aku sayang banget sama Bu Nur. Ya, meskipun sempat kecewa, tapi nggak ada orang yang kurasakan kasih sayangnya sesempurna beliau. Aku terpaksa menerima karena beliau." "Ya nikah saja sama ibunya Pak Lun itu. Jangan sama anaknya!" Pletak! Alula menyentil kening Aprilia pelan. “Jangan melantur kalo ngomong. Ayo kita masak. Pagi-pagi sarapan air mata dan gibah doang nggak kenyang.” "Pokoknya alu nggak ridho kamu sama dia. Alu nggak mau datang kalo nikahmu

