“Ta-tapi kenapa mendadak, Bu?” gagap Alula. “Nggak mendadak. Seminggu lalu Ibu sudah rembukan sama Bu Jannah. Buat kejutan untukmu. Adik-adikmu yatim piatu semua juga sudah diundang. Acara mereka nanti bakda Asar, bakda Isya' acaramu. Kamu tenang saja, Ibu juga sudah menyewa MUA buat dandani kamu. Ini, cobalah dulu bajunya. Semoga pas.” Nur berbicara menggebu-gebu sambil memberikan paper bag pada Alula. “Nak Aprilia, jangan pulang dulu. Biar sekalian hadir di acara Alula." "Siap, Bu." "Ibu lihat dulu ke rumah ibumu, lihat tukang lagi masang dekorasi buat acara nanti malam. Kamu di sini saja, jangan ikut bantu-bantu. Nanti capek.” Nur membelai pipi Alula sayang sebelum pergi. Alula dan Aprilia saling pandang, tanpa kata. Terlebih Alula sampai menganga. “Wow, wow! Ajaib bener calon mer

