84. Check-in

1274 Kata

"Saya tidak bisa, Pak. Maaf.” Alula ingin melepaskan lagi cincin dari jari manisnya, tetapi lagi-lagi dicegah Lutfan. Pria itu menggeleng. “Ibu diam-diam tiap hari menangis, melamun, saya tahu beliau sedang perang batin. Tapi hari ini beliau tiba-tiba mencair dan mengakui kalau kamu tidak salah, kamu juga tidak ada hubungan dengan masa lalu ibu. Beliau sadar, ketakutan dan traumanya tidak seharusnya dilampiaskan ke kamu. Maafkan Ibu saya. Saya mohon, terima niat baik saya " Alula menatap jauh ke depan. “Menjadi wanita kedua itu pun, sangat berat. Tapi sebagian orang termasuk Bu Nur malah memandang mungkin mikirnya enak. Padahal tidak. Bu Nur memukul rata wanita kedua itu jahat. Padahal sebenarnya sebagian dari mereka adalah korban. Korban ketidakberdayaan. Tidak berdaya melawan nafsu, ti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN