72.Benci Rumah Sakit

937 Kata

Alula menggeleng. “Kok, pagi banget kalian udah datang?” “Terniat ini tadi. Buat menemani kamu. Udah sarapan belum? Nih, si Paus bawa makanan.” Aprilia menata makanan. “Makasih, ya. Kalian selalu ada buat aku.” “Harus, dong. Suami siaga gitu, loh. Semalam kamu ditemani siapa?" "Bu Jannah." "Yakin? BTW, Camermu mana?" bisik Aprilia. "Udah pulang." "Kalian bisik-bisik apa, sih?" Fauzi mengernyit. "Ada. Ini masalah istri, suami nggak boleh tahu." Alula dan Aprilia tertawa. Ketiganya lantas makan, lalu berbincang-bincang heboh hingga Alula merasa tidak lagi memiliki beban. Beberapa saat kemudian, dokter visit datang dan mengatakan kalau Alula sudah diperbolehkan pulang. “Us, aku boleh merepotkan?” tanya Alula sesaat setelah tenaga medis pergi. Sementara Aprilia masih pamit ke kamar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN