Monolog Bening “Ini semua karena Adam sialan. Kuharap kau mampus tenggelam ditelan hiu, atau kapalmu terbalik. Lalu apakah dengan dia mati kau akan tenang bening?” “Tuhan .. aku ingin mengumpat, tapi kenapa hanya hati ini yang mengumpat. Kemanakah suaraku? Kemana nyaliku?” “Aku masih pantas bahagia kan? Aku bisa kan untuk bahagia? Aku akan buktikan aku bisa. Untukmukah adam? Kurasa tidak, karena kau tak pedulu padaku.” “Untuk apa bersusah payah, mencarinya, dan menemukannya. Akhirnya dicampakkan. Aku bukan benda yang bisa kau lempar begitu saja.” “Tidak bernyali, tidak bisa menatap. Kenapa dengamu. Apakah empat tahun tiada berarti? Dasar lelaki pecundang. Aku ingin menghajarmu. Aku ingin menghardikmu. Melepaskan semua kemarahanku.” “Sialan kau Adam, aku harap tidak me

