“Maafkan Aku sebelumnya. Kesalahanku dahulu memang sungguh tidak layak mendapatkan maaf, namun Aku akan tetap meninta maaf dan Aku tidak akan mengatakan alasan, hanya menjelaskan,”jelas Hirata yang tidak sanggup memandang mata Rika dan hanya menatap gelas espreso yang ada di hadapnnya. “Kau tau Aku seperti apa, Aku tidak akan menghakimi seseorang meski dia menyakitiku sangat dalam,”sahut Rika tenang. “Sinka adalah gadis yang baik dan dari keturunan yang baik. Saat kecil sampai remaja Kami sering bersama, hanya sebagai teman sepermainan saja tidak lebih. Kebetulan Ayah Sinka adalah mitra kerja Ayahku dan rumahku tak jauh dari kediaman Sinka.” “Aku tidak tahu bagaimana awal mulanya, karena pada satu waktu, Ayah memintaku pulang dan menjelask

