Season 2 (Bab 24)

1428 Kata

“Ayah, Mila mau makan ayam tepung. Kemarin, nenek beli ayam tepung, tapi Mila enggak boleh minta, Yah,” ujar anak perempuan berusia tujuh tahun dengan mimik wajahnya yang sedih. Tubuhnya sedikit kurus, dan pakainya sangat kotor. Mereka biasa mencari botol di sebuah rumah makan besar. Dengan menenteng karung berisi botol, Parman tampak sedih mendengar cerita sang anak. Sinta selaku pemilik Restoran, sering kali memberikan makanan gratis pada Parman, tentunya lewat anak buahnya. “Nanti saja kita makan ayam tepungnya, Nak. Ayah belum memiliki uang. Ayah janji, setelah uang Ayah terkumpul, kita akan kesini lagi,” sahut Parman lirih. Laki-laki bergelar ayah itu, mengusap keringat yang membasahi wajahnya. Perasaannya begitu tercabik, karena tak bisa memenuhi keinginan anak perempuannya. Seja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN