Bab 90: Tentang Mimpi Kita

1214 Kata

Pagi sekali Akram menemui Agit, di ruang kerja pengusaha itu. Ia berencana menjelaskan semua tanpa perlu lagi menutupi. "Duduk, Kram," ucap Agit mempersilakan menantunya. "Maaf, Pak. Akram menganggu." Agit menggeleng. Ia terbiasa melakukan aktivitas sebelum fajar. Kedatangan Akram sama sekali tidak memengaruhi kegiatannya. "Ada apa?" Akram menghela napas. Ia sudah berjanji tidak akan membeberkannya pada Agit dan ingin menyelesaikan masalahnya sendiri. Namun, setelah apa yang terjadi semalam, sulit baginya menghindar dari Mia. Apa yang ia rasa saat ini tak bisa ia lepas begitu saja. Terlebih saat gadis itu membahas tentang masa depan mereka. "Kram," panggil Agit karena beberapa saat Akram malah terdiam. "Begini, Pak. Ada sesuatu yang ingin Akram bicarakan." Agit mengangguk kecil. Ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN