17. Tinggal Di Rumah Bima?

1665 Kata

Aku menatap Bunda yang berdiri di sampingku, wajahnya terlihat bahagia dan penuh senyum. Juga orang-orang di hadapanku, ada Ayah dan juga kedua orang tua Bima. Bahkan Bima juga tersenyum padaku. Mereka semua seperti sedang menunggu-nunggu kedatanganku, semua mata tak lepas memandangku. Atau mungkin karena aku yang terlihat aneh dengan pakaian yang tidak pernah kugunakan ini. Anggap saja mereka sedang menunggu kedatangan putri dari negeri antah berantah. Mataku terasa kabur saat melihat sosok begitu tidak ingin kutemui untuk saat ini. Di saat aku sangat berharap tidak bertemu dengan siapa pun yang mengenalku malam ini, kenapa justru Bima yang muncul di hadapanku? Jadi ini maksudnya teman lama Ayah yang dibicarakan Bunda dari tadi? Ah! Harusnya dari awal aku sudah curiga. Ayah tidak punya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN