53. Cocok Banget

1796 Kata

Aku sungguh merasa canggung berada di tengah-tengah keluarga Bima ini. Padahal kedua orang tuanya bukan sosok yang nggak kukenal. Tapi tetap saja, aku merasa sangat berdebar kali ini. "Setelah makan, kamu antarin Papi ke bandara ya. Aya biarin sama Mami," ujar Om Hasto pada Bima. "Oh, kirain Papi mau ikut nemanin ke butik juga," balas Bima sambil terkekeh. "Sudah, makan dulu. Keburu Papi telat ke bandara nanti," ujar Tante Vivian. "Aya baru pulang dari ngajar ya?" tanya Tante Vivian padaku. "Iya, Tante," sahutku. "Kan, Mami yang minta aku langsung bawa Naya ke sini," timpal Bima. Aku menahan napas, apa mungkin Tante Vivian ingin mengomentari penampilanku yang nggak cocok dengan suasana restoran ini? Atau mungkin dandananku yang terlalu polos nggak sepadan dengan Bima yang terlihat ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN