Sean tidak bisa tidur karena memikirkan perkataan sang tante tentang putra Queen. Rasa penasarannya semakin tidak bisa dia tahan. Sean mengganti bajunya dengan baju santai dan dia langsung pergi ke lantai bawah menemui sang tante. Sean memasuki lift dan menekan tombol ke lantai bawah. Setelah lift terbuka, Sean langsung menuju ke ruang kerja sang tante. Sean sudah hafal dengan kakak dari mamanya itu. Sean menempelkan telapak tangannya di dinding sebelah pintu ruang kerja Arabelle. Pintu pun langsung terbuka. “Ada apa, Sean? Kamu tidak istirahat?” tanya Arabelle pada Sean. Sean duduk di depan sang tante dengan raut wajah serius. “Tante, aku ingin menanyakan sesuatu yang penting ke tante. Sean harap tante mau menjawabnya,” ucap Sean. “Memang kamu mau tanya apa?” ucap Arabelle. “Ceritakan

