Aku sudah pulang dari rumah sakit sejak 3 hari yang lalu, namun masih saja disuruh bedrest, calon suami dan calon mertuaku emang suka over memperlakukan ku seperti manusia lemah tak berdaya. Aku baru bangun dari tidur siangku, kulihat Dani duduk di ujung ranjang dan tatapannya sedang fokus pada layar hp nya barangkali karena dia membelakangiku. Aku bangun dan melongok dari balik bahunya. Kuletakkan kepalaku di pundaknya. Ternyata dia sedang mantengin pengumuman SBMPTN. "Sayang mataku pusing deh liat nama sekecil ini, tolong bantuin baca pengumuman ya, walaupun aku gak berharap seratus persen, hahaha soalnya yah kamu tau sendirikan kemampuan ku seperti apa, jadi kalau misal aku gak lolos gak papa ya." ucapnya dia berbalik dan menyerahkan ponselnya padaku. "Iya... ya h

