The End

2255 Kata

    Tidak banyak mengalami kendala, saat ambulance telah siap, dokter dibantu Dani mendorong brankar masuk kedalam cabin ambulance, Abian yang fasih sekali pura-pura menangis Bombay, benar-benar menjadi pusat perhatian, mereka menaruh muka iba pada Abian, pertama kali bertemu kakeknya namun keberuntungan sepertinya belum berpihak kepadanya.      Dokter masuk bersama Abian yang masih menangis tersedu-sedu, setelah menutup pintu, dokter merangkul Abian, sedangkan Dani mengambil alih, untuk mengemudikan ambulance tersebut.     "Maaf pak tapi ini darurat sekali dan harus cepat jadi biar saya yang mengemudikan, saya adalah pengawal pilihan nona Nala." ucap Dani meraih kontak yang tengah dipegang pengemudi ambulance.        "Tapi pak... ini kan tugas saya, saya juga bisa cepat kok, saya suda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN