Ellen membuka mata dan menyadari bahwa dirinya tengah berada di sebuah ranjang kecil dengan kasur busa empuk yang hangat. Beberapa ranting kurus dengan sedikit daun menyeruak masuk melalui jendela menjadi hal pertama yang dilihatnya pagi ini. Seingatnya semalam ia duduk di meja makan yang kayu sederhana sambil menunggu Yonathan pulang, dan sudah pasti lelaki itu lah yang memindahkannya ke kamar. “Sudah bangun?” Yonathan menatap Ellen dengan cengiran lucunya yang khas. Tangan lelaki itu dengan cekatan memotong-motong daun bawang dan menceburkannya langsung ke dalam panci. Putri Mahkota menyunggingkan senyum tipis, kemudian memperhatikan bagaimana pria itu mengaduk sepanci kecil sup yang asapnya mengepul di atas kompor kecil bertungku kayu. Ellen mengedarkan pandangannya ke seluruh ruanga

