Yonathan dan Ellen melakukan penyamaran untuk pergi ke Oraca. Dalam seminggu belakangan sudah terjadi kelangkaan bahan pangan di bagian perbatasan karena adanya pemusatan logistik ke Ibu Kota. Tujuannya adalah agar semua orang dari seluruh penjuru desa datang ke kota, menikmati festival dengan beragam hiburan dan makanan gratis yang disediakan Raja. Sudah menjadi acara tahunan bagi rakyat Orient, termasuk bagi pemuda tampan itu untuk keluar sehari sebelum festival dan bertandang ke Oraca. “Kau belum pernah lihat lampion, ‘kan?” Pertanyaan itu meluncur dengan percaya diri dari mulut Yonathan. “Haha, kau pikir selama ini aku tinggal di penghujung desa sebelah mana, Yon?” Ellen tertawa hambar, jagankan lampion, lampu warna-warni yang menghiasi seluruh jalanan saat natal dan tahun baru saja

