“We’re all a little weird. And life is a little weird. And when we find someone whose weirdness is compatible with ours, we join up with them and fall into mutually satisfying weirdness—and call it love—true love.” ― Robert Fulghum, True Love ◇•◇•◇ Ravi kembali ke kamarnya dan mendapati Ellen tengah duduk di depan meja riasnya. Wanita itu tengah melepaskan anting-anting dan beberapa aksesoris lain sambil menghapus riasan wajahnya. “Hai, bagaimana kabarmu, Sayang?” Ravi memeluk gadisnya dari belakang, menghirup aroma mawar lembut yang menguar dari tengkuk Ellen, “Aku benar-benar merindukanmu, Ellen.” Perempuan itu tersenyum melihat pantulan bayangan cermin di depannya. Rasanya sudah lama sekali suaminya tidak bersikap semanis ini. Semua karena Isabella dan masalah-masalah yang datang

