Bella POV “Kenapa wajahmu terlihat cemberut seperti itu,” ucap Edward kepadaku di saat aku dengan emosi yang meluap-luap masih menatapnya dengan penuh amarah serta dengki. Aku merasa hatiku hancur bagaikan pecahan kaca karena diriku sama sekali tidak tahu setengah potongan hidup yang menjadi rahasianya yang begitu menjijikan itu. “Kamu tak perlu perhatian begitu kepadaku karena saat ini aku malas berbincang dengan pria sepertimu. Sekali lagi jika aku menunjukan raut wajah seperti ini kamu jangan banyak cingcong karena semuanya ini bukanlah urusanmu,” ucap diriku yang kepada Edward, sungguh aku merasa cukup bersalah telah mengucapkan kata yang kurang mengenakan dari mulutku kepada Edward. “Kenapa kamu bisa bertingkah aneh seperti ini? Apakah aku telah melakukan sebuah kesalahan kepadaku

