Chapter 43 - Hilangnya Fabio Sayup-sayup terdengar alunan musik biola yang sangat merdu. Mengalun indah bak pemain biola profesional. Membuat heningnya malam kembali hangat dengan alunan itu. Seorang perempuan mendekati ruangan di mana musik biola itu mengalun. Clik! Pintu di buka. Mereka dua saling menatap. "Azka?" "Gladis?" tanya mereka berdua bersamaan. Azaka adalah cowok tampan belasteran Indonesia-Belanda. Ia adalah bintang kampus. Yang selalu di puja-puja semua cewek yang ada di kampusnya. Sementara Gladis adalah sahabat kecilnya Azka. Gladis hanya gadis yatim piatu yang tinggal di panti asuhan. Azka tidak menyaka bisa bertemu Gladis sekarang. Wajah Gladis memang tidak banyak berubah. Jadi Azka masih bisa mengenali Gladis dewasa. Sebetulnya Azka sangat merindukan Gladis

