Akad

2772 Kata

Suasana rumah Anggita di Tanah Kusir mendadak ramai sejak awal pekan. Beberapa mobil keluar masuk halaman, membawa koper dan kardus berisi oleh - oleh dari kampung. Adik ibunya, Tante Ratri, datang bersama suaminya, om Dhani. Begitu sampai, tanpa basa - basi ia langsung memeluk Anggita dengan hangat. "Ndut, akhirnya kamu menikah juga!" celetuknya sambil menepuk bahu Anggita. Anggita tertawa malu. "Tante, jangan panggil aku Ndut lagi, malu dong… sekarang sudah mau jadi pengantin." "Ah, biar calon suamimu tahu kamu dari kecil dipanggil Ndut," sambung Om Dhani sambil terkekeh. Dulu waktu kecil, tubuh Anggita memang besar, itu kenapa ia mendapat 'gelar' tersebut. Ruang tamu yang biasanya tenang kini penuh obrolan, tawa, dan aroma masakan dari dapur. Selain tante Ratri, ada dua sepupu ibu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN