Daftar Tamu Undangan

2107 Kata

Dhannis baru saja memarkirkan mobilnya di halaman depan rumah Eyang Nino. Dhannis agak bingung melihat ada mobil Mas Dharren di garasi, tumben - tumbennya jam segini mampir. Dhannis turun dengan pelan, lalu berjalan masuk ke rumah dengan langkah ringan melalui pintu garasi. Lampu - lampu taman masih menyala temaram, dan pintu masuk melalui garasi ini tidak pernah dikunci seperti biasa. Begitu masuk ke ruang keluarga, ia melihat dua sosok yang familiar. Eyang Nino duduk di kursi favoritnya yang menghadap televisi, sementara di sebelahnya, dengan kaki berselonjor di sofa, ada Mas Dharren, kakak laki - lakinya yang sudah jarang terlihat pulang malam ke rumah Eyang. Biasanya, Dharren langsung pulang ke rumahnya di Kemang atau menginap di apartemen kalau sedang malaspulang ke Kemang kalau mace

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN