25 PENGAKUAN

663 Kata

"Cean, udah masuk? Gimana keadaan kamu?" Suara sapaan itu membuat langkah Dewi terhenti. Siang ini dia baru saja menyelesaikan tugasnya, dan akan melangkah keluar dari halaman puskesmas saat Dokter Alvian mencegatnya. Pria itu terlihat manis dengan sweater warna cream dan celana khaki senada. Dewi tersenyum. "Udah kok, lagian enggak apa-apa." Dewi kini menunjuk seluruh tubuhnya dan membuat Dokter Alvian kini bersedekap lalu mengamatinya. "Iya saat itu aku kalah larinya dari si Seto. Padahal aku juga ngelihat itu mobil." Dokter Alvian kini menatapnya dengan serius. "Tapi gak apa-apa yang penting kamu selamat. Si Seto gimana? Dia yang berdarah-darah kayak gitu. Aku ikut bantuin dia, tapi orang kampung udah bawa kalian ke rumah sakit." Dewi tentu saja membelalakkan matanya mendengar ucapan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN