CHAPTER 41 – NANTI Odiv mengemudikan mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi. Juan dan Ruby berada kursi belakang dengan tangan yang saling bertautan. Pria itu tidak melepaskannya barang semenit pun sejak dari rumahnya tadi. Dalam hati Ruby tidak mengingkari bahwa memang pria inilah yang pertama kali membuat jantungnya tidak bisa tenang sebentar saja. Apalagi jika dia seenaknya saja menempatkan bibirnya itu di tubuh Ruby—bibir, tengkuk leher dan kepalanya. Tentu saja area lain masih terlarang untuknya, geramnya sambil melirik pria di sebelahnya. Pria itu dan senyum mautnya memang godaan terbesar dalam mempertahankan prinsip Ruby. Terima kasih. Suara Juan bergema dalam kepala Ruby, padahal dia tidak bermaksud untuk memuji pria itu. Tapi area terlarang itu akan menjadi milikku juga nant

