Part 13. Hi, I'm Luna

1477 Kata

Malam itu sudah beranjak semakin larut. Orang tua Mitha pun sudah lebih dulu pamit pada teman - teman Mitha untuk beristirahat. Namun para sahabat yang sedang berkumpul itu belum juga ada niatan untuk membubarkan diri. Semakin larut, mereka justru semakin intens bercengkerama karena memang akhir - akhir ini mereka bisa dibilang cukup jarang bertemu. “Kok lo mau sih sama Danesh, Luna? Mending sama gue.” Tanya Rafi sambil mencolek lengan Luna. “Eh, tangan lo bisa dikondisikan nggak? Enak aja main colek - colek cewek orang.” protes Danesh pada Rafi sambil menarik lengan Luna agar berpindah posisi untuk menjauh dari Rafi. “Duh, gitu doang cemburu. Lebay lo ah.” kali ini Shiren yang berkomentar. Sementara itu Luna hanya tersenyum sekilas. Bingung harus menjawab apa, karena dia sendiri pun t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN