Udara malam yang dingin membuat beberapa dari mereka merasa ngantuk setelah selesai makan malam. Namun tidak pas rasanya jika mereka tidur cepat, karena biasanya jika sedang berkumpul bersama mereka banyak menghabiskan waktu entah untuk mengobrol atau untuk bermain. Dan malam ini karena tubuh mereka lelah, mereka memilih untuk bersantai di ruang tengah. Ada sebuah televisi berukuran besar dan karpet bulu yang tebal di depannya. Andra, Rafi dan juga Danesh duduk di sana, dengan pandangan mata ke arah televisi, sementara kedua tangan mereka sibuk memegang console. Rafi hanya memperhatikan sembari sesekali memberi komentar pada Danesh dan Andra. Para lelaki, meskipun sudah dewasa, tetap akan menjadi seperti anak-anak yang suka sekali bermain. Hanya saja bedanya kali ini, saat dewasa permaina

